AL-Qarnii menulis perihal kaya dan miskin dengan bahasa sindiran yang penuh makna...
“Orang kaya yang pendiam dipuji manusia sebagai orang yang warak dan tawaduk sedangkan orang miskin yang pendiam dikata bodoh dan bebal.
orang kaya yang banyak cakap digelar cerdik dan pintar,manakala orang miskin yang banyak cakap dikata sebagai kuat berkhayal.
Orang kaya yang banyak memberi digelar dermawan,orang miskin yang memberi pula dikata tak sadar diri hendak pamer.
orang kaya yang bercakap lembut dan mesra dipuji sebagai berjiwa rakyat,orang miskin yang mesra pergaulannya disangka mencari muka.”
Astagfirulloh hal adzim.. yaa illahi robbi sedemikian itukah dunia saat ini? Ilalang dunia yang kini seakan tumbuh lebat dan semakin tinggi, menggoda setiap mata yang melihat untuk mengunyahnya,walau kadang tumbuh di lahan tetangga,tak ubahnya seperti godaan kita, Harta adalah tujuan utama,uang adalah segalanya,kaya seakan penentu bahagia.
“ALLAAHUMMA YAA GHANIYYU YAA HAMIID YAA MUBDI’U YAA MU’JID YAA RAHIIMU YAA WADUUD YAA FA’ALU LIMA YURIID AGHNINII BIHALAALIKA, ANHARAAMIKA WA BIFADALIKA ‘AMMAN SIWAAK.”
“ Ya Allah Tuhanku yang Maha Kaya dan Maha Terpuji,Tuhan yang menakdirkan dan yang mengembalikan, yang Maha Kasihan dan yang Maha Kasih, berilah aku kekayaan harta yang Engkau halalkan bukan Engkau haramkan, berikan aku kelebihan dari yang lain dengan berkah kurniaMu.
Sayapun tak munafik,hati mana yang tak melirik gemerlap dunia dengan pesona yang kian menyilaukan mata. Dunia yang kita tempati bagaikan super market yang menawarkan segalanya yang kita inginkan,tinggal seberapa kuat iman kita untuk membeli yang baik dan membuang yang buruk. Perhiasan dunia yang mungkin kini seakan menjadi cita-cita semua insan adalah gelar,jabatan,tahta. Tak terpungkiri bahwa kita hidup di dunia juga perlu bekerja utuk mendapat gelar,jabatan,tahta dll yang akan menghasilkan sebuah rupiah. Hakikatnya rupiah inilah tujuan utamanya. Namun apalah arti rupiah jika tak disisihkan untuk sedekah, untuk apa uang jika membuat kita sombong, untuk apa kita punya martabat tinggi jika terus bermaksiat. masihkah mampu kita bersyukur saat kekayaan kita di bawa kabur,tetapkah kita kufur manakala Allah mengijinkan kita makan setiap hari, yakinkah kita pada kuasaNya saat kita terabaikan dalam kehidupan. Insyaallah kita golongan orang yang beriman,semoga yang Maha Pemurah senantiasa memberi hidayah, berkah dan ridhoNya..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment